Isabel Dos Santos, Putri Presiden Terkaya di Afrika yang Bangkrut Karena Skandal Korupsi

  • Whatsapp

GratisBaca.com – Terlahir sebagai anak presiden, memuluskan jalan Isabel Dos Santos mengumpulkan kekayaan sebanyak mungkin, hingga membawanya mendapat predikat perempuan terkaya di Afrika. Pada tahun 2013, Forbes mencatat kekayaan Isabel menyentuh USD 3,5 miliar setara Rp 49 triliun.

Meski begitu, nasibnya tidak semanis delapan tahun silam. Terutama sejak sang ayah lengser dari jabatannya terhitung 2017 lalu.

Meski kekayaannya kini diperkirakan masih mencapai USD 2,2 miliar setara lebih dari USD 30,8 triliun, Forbes tidak lagi memasukkan Isabel ke dalam daftar miliuner di Afrika untuk periode 2021.

Pasalnya Isabel terancam bangkrut setelah pemerintah beberapa negara memutuskan membekukan kekayaannya di luar negeri.

Triliunan rupiah kekayaan Isabel di luar negeri tersebut diduga merupakan hasil korupsi yang dia kumpulkan dengan memanfaatkan koneksi di pemerintahan.

Kekayaan ini juga menuai kritik. Pasalnya di tengah hidup mewah sang anak presiden, masyarakat Angola justru menghadapi masalah kesejahteraan yang sangat buruk.

Isabel dos Santos merupakan anak tertua dari mantan Presiden Angola, Jose Eduardo dos Santos. Ayahnya merupakan presiden terlama Angola yang menjalankan pemerintahan hampir 40 tahun, dari 1979 dan baru lengser 2017 lalu.

Angola merupakan salah satu negara miskin di benua Afrika. Meski begitu, Angola sebenarnya menyimpan berlimpah sumber daya terutama minyak.

Dikutip dari TheAfrica Report, Selasa (23/2/2021), Angola merupakan produsen minyak terbesar kedua di Afrika setelah Nigeria.

Sayangnya, hantaman pandemi membuat negara ini belum bisa keluar dari jurang resesi yang sudah terjadi lima kali berturut-turut. Tingkat penganggurannya juga sangat tinggi, 34 persen warganya merupakan pengangguran.

Pada tahun 2020, inflasi di Angola melonjak jadi 21 persen, terjadi devaluasi mata uang hingga hutang publik yang membengkak jadi 123 persen dari PDB negara.

Isabel menjadi kaya raya dari kepemilikan atas saham di berbagai perusahaan strategis terutama perusahaan luar negeri di Portugal. Saham itu menyumbang setengah kekayaan Isabel. Seperti perbankan, semen, berlian dan telekomunikasi.

Ia kemudian menjelma sebagai sosok yang dikagumi masyarakat, sebagai pebisnis paling berpengaruh karena berhasil menguasai aset dari perusahaan internasional. Terutama aset perusahaan Portugal, negara yang dulu pernah menjajah Angola.

Ayahnya juga ikut terlilit lebih jauh lagi atas dugaan korupsi dan pencucian uang anaknya. Dalam pelacakan Forbes, sebagian besar investasi yang dimiliki Dos Santos didapat dari hasil memajaki perusahaan-perusahaan yang ingin masuk ke negaranya.

Aktivitas bisnis Isabel yang banyak dilakukan ke perusahaan internasional membuat politisi lokal Portugal ikut jengah.

Mantan anggota Parlemen Eropa dan anggota Partai Sosialis Portugal, Ana Gomes mengajukan detail pencucian uang yang diduga dilakukan Dos Santos ke Peradilan Portugal 2016 lalu, namun tidak ada tanggapan.

“Saat dia membeli saham di bank di Portugal, saya terus berkata, ‘Dari mana asal uang itu? Mengapa Anda mengizinkan dia untuk mencuci uang melalui sistem kami?” sebut Ana.

Related posts